Berikut ini adalah diantara amal shalih yang bisa kita kerjakan untuk mendapatkan pahala besar yang disejajarkan seperti mengerjakan haji dan juga umrah.
1. Mengerjakan Shalat Thulu' /Isyraq
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
"Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
2. Istiqamah shalat berjama'ah dan menjaga adab-adabnya.
مَنْ
خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ
الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ
"Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram…” (HR Ahmad).
3. Mengerjakan umrah di bulan Ramadhan.
فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ
اعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ
"Apabila datang bulan Ramadhan, laksanakanlah 'umrah karena 'umrah pada
bulan Ramadhan seperti 'ibadah haji.” (HR. Bukhari)
عمرةٌ في رمضانَ كحجَّةٍ معي
“Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku.” (HR. Tirmidzi)
4. Membantu orang yang berhaji
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا أَوْ جَهَّزَ حَاجًّا أَوْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ أَوْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أُجُورِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ
“Siapa yang menyiapkan bekal untuk orang yang akan berjihad, ibadah haji, mencukupi keluarga yang ditinggalkan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
5. Menghadiri majelis ilmu di Masjid
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
"Siapa yang pergi ke masjid, dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (HR. Tirmidzi)
6. Membaca tasbih, tahmid dan takbir selesai shalat
جاء الفقراءُ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ فقالوا: ذهب أهلُ الدُّثورِ منَ الأموالِ بالدرجاتِ العُلا والنعيمِ المقيمِ: يُصلّون كما نُصلّي، ويصومونَ كما نصومُ، ولهم فضلٌ من أموالٍ يحجُّونَ بها ويعتمِرونَ، ويُجاهدونَ ويتصدَّقونَ. قال: ألا أُحدِّثُكمْ بأمرٍ إن أخذتُمْ بهِ، أدركْتُم مَن سبقَكمْ، ولمْ يدرككُمْ أحدٌ بعدَكُم، وكنتُمْ خيرَ مَنْ أنتمْ بينَ ظهرانَيهِ، إلا مَن عملَ مثلَهُ؟ تُسبِّحونَ وتحمدونَ وتكبِرونَ، خلفَ كلِّ صلاةٍ، ثلاثًا وثلاثينَ. فاختلفْنا بيننا، فقال بعضُنا: نسبحُ ثلاثًا وثلاثينَ، ونحمدُ ثلاثًا وثلاثينَ، ونكبِّرُ أربعًا وثلاثينَ، فرجعْتُ إليهِ، فقال: تقولُ سبحانَ اللهِ، والحمدُ للهِ، واللهُ أكبرُ، حتى يكون منهنَّ كلُّهنَّ ثلاثًا وثلاثينَ
“Sekelompok orang-orang fakir miskin datang
kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, “Ya Rasulullah,
orang-orang kaya telah memborong semua kedudukan yang tinggi serta kebahagiaan
yang abadi dengan harta mereka. Mereka shalat dan berpuasa sebagaimana yang
kami lakukan. Akan tetapi mereka mempunyai harta untuk menunaikan haji, umrah
dan bersedekah.”
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat mengejar orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan tidak ada yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka melakukan seperti yang kalian lakukan?” Mereka menjawab, “Tentu ya Rasulullah.”
Beliau kemudian bersabda, “Setiap selesai dari shalat bacalah oleh kalian Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah) dan Takbir (Allahu Akbar) masing-masing sebanyak 33 kali.” (HR. Bukhari)
7. Berbakti kepada kedua orang tua
أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ : إِنِّي أَشْتَهِي
الْجِهَادَ ، وَإِنِّي لَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ ؟ قَالَ : هَلْ
بَقِيَ أَحَدُ وَالِدَيْكَ ؟ قَالَ
: أُمِّي، قَالَ : فَأَبْلِ اللَّهَ عُذْرًا فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ
حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ ، إِذَا رَضِيتْ أُمُّكَ ، فَاتَّقِ اللَّهَ
وَبَرَّهَا لَمْ
يَرْوِ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الْحَسَنِ إِلَّا مَيْمُونُ بْنُ نَجِيحٍ ،
تَفَرَّدَ بِهِ : إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَجَّاجِ ، وَلَا يُرْوَى عَنْ أَنَسٍ
إِلَّا بِهَذَا الْإِسْنَادِ
“Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah shallallahualaihi wasallam kemudian berkata: Aku ingin ikut berjihad akan tetapi aku tidak mampu. Rasulullah bertanya: Apakah masih ada yang hidup dari kedua orang tuamu? Ia menjawab: Ibuku. Rasulullah bersabda : Kalau begitu tunjukkanlah udzurmu kepada Allah dengan berbakti kepadanya. Jika kamu melakukan hal itu maka kamu adalah seorang yang berhaji, berumrah dan seorang yang berjihad. (HR. Thabrani)
8. Mengajak orang lain mengamalkan amalan di atas
Dan amalan selanjutnya insyaallah yang turut menyebarkan tulisan ini, akan mendapatkan semua fadhilah haji dan umrah dari setiap orang yang mengamalkannya.
مَنْ
دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Ahmad)
Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Posting Komentar