FATWA PARA ULAMA TERHADAP IBNU ARABI Bagian I

 Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

Mayoritas ulama kaum muslimin dari berbagai madzhab dan latar belakang keilmuan, dari masa abad pertengahan hingga kontemporer telah menyatakan kesesatan Ibnu Arabi, diantara mereka ada yang mensesatkan hingga ada yang menghukuminya telah murtad keluar dari Islam. Berikut ini kami nukilkan sebagiannya saja, dan kami prioritaskan fatwa itu yang ada kaitannya dengan bahasan kita yakni konsep aqidah Nur Muhammad yang dipeloporinya.

1.     Al imam Izz Abdussalam rahimahullah berkata :

هو شيخ سوء كذاب

“Dia (Ibnu Arabi) adalah orang tua yang buruk lagi pendusta.”[1]

2.     Al Imam Badruddin Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata :

يأذن في المنام بما يخالف ويعاند الإسلام يشير إلى زعم ابن عربي أنه تلقى كتاب الفصوص من الرسول مكتوبًا بل ذلك من وسواس الشيطان....وأما إنكاره ما ورد في الكتاب والسنة من الوعيد فهو كافر به عند علماء أهل التوحيد

“Dia telah mendaku dalam mimpinya sesuatu yang itu bertentangan dengan ajaran Islam diantaranya bahwa kitab yang disusunnya “Al Fushush” ditalkinkan oleh Rasul di dalam mimpi, padahal itu berasal dari bisikan setan. Dan adapun keingarannya terhadap aturan yang ada dalam al Qur’an dan sunnah, maka ia telah dihukumi kafir menurut para ulama ahli tauhid.”[2]

3.     Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata :

يعتبر ابن عربي رأساً في البدعة والضلالة، وقوله في الوحدة كفر صريح

 

“Jelas diketahui bahwa Ibnu Arabi adalah dedengkotnya pelaku bid’ah yang sesat. Perkataannya tentang konsep Wihdatul Wujud jelas kekafirannya.”[3]

4.     Al imam Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah berkata :

‌وقد ‌كنتُ ‌سألتُ ‌شيخَنا ‌سراجَ ‌الدين ‌البُلقِيني ‌عن ‌ابن ‌عربي، فبادَرَ بالجواب بأنه كافر

“Aku pernah bertanya kepada guru kami syaikh sirajuddin al Bulqini tentang Ibnu Arabi beliau langsung menukas bahwa dia orang kafir.”[4]

5.     Al imam Taqiyuddin As Subki rahimahullah berkata :

ومن كان من هؤلاء الصوفية المتأخرين كابن عربي وغيره فهم ضلال جهال خارجون عن طريقة الإسلام، فضلاً عن العلماء، وقال ابن المقري في روضه: إن الشك في كفر طائفة ابن عربي كفر

“Dan siapapun dari kalangan sufi dari generasi akhir ini yang berpaham seperti Ibnu Arabi dan orang yang semisalnya maka mereka ini sesat, bodoh dan telah keluar dari jalan Islam. Apalagi para ulama telah mengingatkan diantaranya Ibnu Muqri  dalam kitab Raudhahnya : Siapa yang ragu kepada kekafiran kelompok Ibnu Arabi ini maka dia bisa kafir.”[5]

6.     Al imam al Hafidz al Iraqi rahimahullah berkata :

وقائل ذلك والمعتقد له كافر بإجماع العلماء

“.. Dan orang yang mengucapkan itu (Ibnu Arabi) dan berkeyakinan dengannya, maka ia dihukumi kafir  berdasarkan ijma’ ulama.”[6]

7.     Al Imam Najmuddin al Balisi asy Syafi’i rahimahullah berkata :

من صدّق هذه المقالة الباطلة أو رضيها كان كافرًا بالله يراق دمه ولا تنفعه التوبة عند مالك وبعض أصحاب الشافعي، ومن سمع هذه المقالة القبيحة تعين عليه إنكارها

“Siapa yang membenarkan perkataan batil ini  dan ridha terhadapnya (ajaran Ibnu Arabi), maka ia kafir kepada Allah, ditumpahkan darahnya tanpa perlu diminta taubatnya menurut imam Malik dan Syafi’i dan siapa yang mendengar ucapan yang buruk tentang keyakinan tersebut, maka ia harus mengingkarinya.”[7]

8.     Al Imam Nuruddin al Bakri asy Syafi’i rahimahullah berkata :

وبتقدير التأويل على وجه يصح في المراد فهو كافر بإطلاق اللفظ على الوجه الذي شرحنا

“..Maka dengan pertimbangan ini keyakinan dia (Ibnu Arabi) kafir secara mutlak dengan penjelasan yang telah kami sampaikan.”[8]

9.     Al imam Abu Hayyan al Andulisi rahimahullah berkata :

ومن بعض اعتقاد النصارى استنبط من أقر بالإسلام ظاهرًا وانتمى إلى الصوفية حلول الله في الصور الجميلة، ومن ذهب من ملاحدتهم إلى القول بالاتحاد والوحدة: كالحلاج والشعوذي وابن أحلى وابن عربي المقيم في دمشق.

“Dan termasuk bentuk dari keyakinan agama Nasrani adalah adanya orang-orang  yang mengaku Islam dan mendaku bertasawuf menggambarkan Allah dengan sebuah penggambaran yang indah, juga wihdatul wujud, mereka ini diantaranya adalah : al Hallaj, Sya’udzi, Ibnu Ahla, Ibnu Arabi yang tinggal di Damaskus.”[9]

10.  Al Imam Ibnu Khaldun rahimahullah berkata :

ومن هؤلاء المتصوفة: ابن عربي، وابن سبعين وابن برّجان وأتباعهم، ممن سلك سبيلهم... مشحونة من صريح الكفر وأما حكم هذه الكتب المتضمنة لتلك العقائد المضلة.. فالحكم في هذه الكتب وأمثالها إذهاب أعيانها إذا وجدت بالتحريق بالنار والغسل بالماء حتى ينمحي أثر الكتا

“Maka mereka ini yang berpaham sufi ala Ibnu Arabi, Ibnu Sab’in, Ibnu Barjan, dan para pengikutnya dan yang menempuh jalan mereka... perbuatan mereka syarat dengan kekafiran... Dan kitab-kitab yang memuat keyakinan mereka yang sesat itu, maka hukum kitab-kitab tersebut adalah dengan menghilangkan jejak-jejaknya. Kalau ditemukan hendaknya dibakar atau dicuci dengan air sehingga tak tersisa bekas tulisannya.”[10]

11.  Al imam Abu Zar’ah rahimahullah berkata :

لا شك في اشتمال الفصوص المشهورة على الكفر الصريح الذي لا شك فيه، وكذلك فتوحاته المكية، فإن صحّ صدور ذلك عنه، واستمر عليه إلى وفاته: فهو كافر مخلد في النار بلا شك

“Tidak diragukan lagi bahwa kandungan dalam ‘al Fushush’ (karya Ibnu Arab) telah masyhur akan kekafirannya yang jelas. Demikian juga kitab ‘Futuhat al Makiyah’ (karya Ibnu Arabi lainnya). Jika benar dua kitab ini darinya dan ia terus seperti itu sampai kematiannya. Maka dia adalah orang kafir kekal di neraka tanpa ada keraguan dalam hal ini.”[11]

Bersambung ...



[1] Siyar A’lam Nubala (23/48)

[2] Al Aqdi ats Tsamin f I Tarikh Balad al Amin (8/185)

[3] Siyar A’lam Nubala (23/28)

[4] Lisan al Mizan hal. 176

[5] Mughni Muhtaj (4/294)

[6] Mashra’ at Tasawuf hal. 64

[7] Mashra’ at Tasawuf hal. 64

[8] Mashra’ at Tasawuf hal. 144

[9] Mashra’ at Tasawuf hal. 146

[10] Mashra’ at Tasawuf hal. 150

[11] Aqidah Ibnu Arabi  hal. 60





0 komentar:

Posting Komentar

FATWA PARA ULAMA TERHADAP IBNU ARABI Bagian I